Gone Wrong

04c14242-dbd1-441d-8f46-003949bded7c.jpg

Gisa lupa wajah Sekala bagaimana.


Gisa lupa wajah Sekala bagaimana.

Serius, deh. Rasa-rasanya semacam sektor pada otak Gisa yang menyimpan ingatan soal Sekala Maheswara mengalami malfungsi. Hal itu, Kawan, disebabkan oleh absennya Sekala secara fisik di hari-hari Gisa dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Hampir dua bulan jatah liburan kenaikan kelas, dan tidak sehari pun Gisa diberi kesempatan bertatap muka dengan Sekala; yang sebenarnya memang sangat dihindari oleh Gisa. Serius deh, ia menolak hadir dalam segala macam acara kumpul-kumpul yang berpotensi ada presensi Sekala. Gisa juga menghindari segala kontak di media sosial—kecuali di groupchat LINE, itu pun hanya dalam bentuk abjad dan angka. Wajar saja ingatan Gisa soal bagaimana rupa seorang Sekala memudar pelan-pelan, seperti uap di permukaan kaca.

(Dan itu memang yang diinginkan Gisa.)

Gisa lupa wajah Sekala bagaimana.

Ya. Tadinya, sampai hari Senin menjemput Gisa bersama kenyataan bahwa semester baru telah dimulai. Gisa berangkat ke sekolah dengan jerawat belum kempes di bagian teratas dahinya, dan kantuk yang masih setia menggantung di kelopak mata.

Koridor diisi oleh teman-teman seangkatan Gisa yang mulai tahun ini bukan lagi berada di jenjang junior, melainkan kakak tingkat dua. Ada yang sedang membereskan loker, ada pula yang membicarakan soal kelas baru. Sistem pembagian kelas yang acak membuat kuriositas mereka bangkit sempurna disusul berbagai macam deduksi, dan menghasilkan keributan di sana-sini akibat mereka yang tidak kebagian sekelas dengan orang-orang yang diinginkan.

Gisa tidak sempat mengecek mading untuk melihat pembagian kelas baru karena Chia sudah terlebih dahulu mendatanginya dengan wajah superbahagia seraya mengatakan: “Gee, kita sekelas! Kupikir kita bakal terpisah kayak Jane dan Luna.” Lantas Chia menarik diri ke toilet selagi Gisa menyelesaikan acara beres-beres loker.

Gisa memasukkan sterofom hitam ke dalam kardus, bersama beberapa binder dan satu raket tenis, menutup kardus, dan berjalan mengangkatnya ke lantai tiga—lantai untuk murid-murid tahun kedua. Loker, kelas, toilet, dan ruang BK untuk anak kelas dua, semua terletak di lantai tiga. Gisa sudah selangkah menuju anak tangga pertama saat sebuah suara familier menyapa pendengaran.

“Gee, tahun ini kita sekelas!”

Gisa menoleh ragu-ragu sementara para pekerja dalam otaknya berusaha mencocokkan suara orang ini dengan salah satu data.

Perlu beberapa mikrosekon, dan ingatan Gisa soal wajah Sekala yang tadinya mengabur kini sudah jelas kembali. Tanpa kabut dan penghalang. Mata Gisa menangkap Sekala yang sedang tersenyum lebar-lebar di hadapan; lantas tangkapan itu akan disimpan kepala Gisa seperti sebuah potret, dan potret tersebut akan terus diproyeksikan sepanjang hari sampai menit-menit sebelum Gisa tertidur nanti malam.

Wajah Sekala masih sama; mata yang tampak sayu, hidung kecil, juga barisan geligi yang rapi berkat dikawati bertahun-tahun yang lalu. Manis masih menjadi kata favorit Gisa untuk merangkum deskripsi tentang Sekala sejak pertemuan pertama mereka di kelas satu dulu. Tetapi sekarang mereka sudah kelas dua; ada rahang yang membentuk secara samar, tetapi tetap kentara. Dan tinggi Sekala—bertambah, sedikit.

“Sini Gee, biar kubantu membawakan barangmu,” kata Sekala, memotong lamunan Gisa dengan pergerakannya. Sekala dengan cepat memindahkan kardus besar dari tangan Gisa ke tangannya. Gisa mengerjap.

Lengan Sekala makin besar.

Aromanya mirip kakak laki-laki Gisa.

Pipi Gisa rasanya tersulut api.

“Sekala, kau enggak perlu—”

“Jangan menolak bantuan, deh. Ayo.”

Gisa menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya dalam sejurus. Mereka berjalan bersampingan menaiki tangga. Dengan Sekala yang bernyanyi-nyanyi kecil, dan gelora tak karuan di dalam dada Gisa—yang tidak akan pernah disadari Sekala apa definisi sesungguhnya, meskipun sudah dikodekan secara implisit atau eksplisit.

Ah, sial. Niat move on Gisa gagal. Lagi.


 

notes:

  • bukan sekala anaknya ayudia dan dito percussion apalagi sekala ritcher. bukan.
  • sekala adalah nama lokal yang kuberikan buat anak ayam ini:

    AdfGQHlp
    (meskipun inspirasinya tetap nama anak mbak ayudia) (mbak mas aku pinjem nama anaknya ya)

  • LOL INI TULISAN TAHUN LALU PADAHAL KJAHKS maaf belum ada tulisan baru yang pantas dipublish.
Advertisements

13 thoughts on “Gone Wrong

  1. YHA AIS AKHIRNYA SETELAH LAMA GALIAT TULISAN KAMU ugh :”)

    Kamu masi inget aku ga? Wehehe..m
    Btw whai tulisan kamu too related to my…uhm, personal experience? Yah, meski enggak segitu mirip banget tapi tetep aja… :((

    Yah gisa gajadi move on wkwk emang ya cobaan orang mau move on tuh gitu. Adaaaaa aja yang bikin jantung gagal fungsi jadi yaudah deh :”

    Anyway, thanks ya ais you’ve made my day ^^ aku suka sekali soalnya kisah2 lucu (?)pas masih sekolah kaya gini… semangat terosss ais ❤❤

    Liked by 1 person

    1. KAK WASHFA HAIIII maaf ya lama bgt ga update real life stuffs really got me ugh 😦 eh tbh ini tuh emang personal experience aku sendiri (JYA KETAUAN) …tahun lalu. sekarang sih udah berhasil move on yak.

      you made my day too with your comment kak wash, thank you so much semangat terus juga yaaa whoop whoop!! ❤

      Liked by 1 person

  2. Aku ga ngerti itu siapa is, tapi suka tulisanmuuuu. Aku bayanginnya OC aja boleh yha hehehe.

    As usual, tulisan Ais selalu simple dan teenlit sekali bahasanya. Cantik sampai ending. Dan relatable sama kehidupan sekolah. Pertahanin ya is, keep writing!!

    Liked by 1 person

    1. kak niswaaaaa hiii i miss you. itu si yoo seonho kontestan pd101 season 2 hehe he’s my favorite son (dia 02liner astaga aku tua) hngg as usual komennya kak niswa selalu heartwarming. keep writing too sisthur ❤

      Like

  3. Ais how are you? Sekarang kelas berapa ya kamu?

    Btw, lama gak baca tulisanmu dan… You didn’t lose your touch, it’s still beautiful if not better than before. Biasanya aku kurang suka nulis yang romance anak sma gitu, tapi punyamu nyaman buat dibaca, kayak perasaan Gisa itu banyak tapi cara nulis kamu menyenangkan ❤❤

    Pokoknya, keep making something beautiful and have a nice day ais 🙂

    Liked by 1 person

    1. KAK SHER HI LONG TIME NO SEE I MISS YOU. sekarang aku kelas 12 huhu kamu apa kabar kak?? ini tulisan lama terus diperbaiki dikit huhu glad to know you like it! thank you ok you made my day ❤

      Like

  4. halo, aisya! HAHAHA atau ais ya kamu dipanggilnya? dulu kamu sempet mampir di blogkku setelah ku-trackback (karena pen name kamu familer) dan kamu memperkenalkan diri dengan nama aisya. tapi terus aku kayak ooooo panggilannya ais. so may i call you ais? 🙂

    btw, aku nemu cerita ini dari widget-nya tari, terus kumampir dan unchhhhh ini lucu sekali. high schooler sekali.
    jadi kangen sma! HAHA. my golden golden golden time yang kalo ketemu gebetan pasti muncul butterfly, dan ini sukses membangkitkan gelenyar-gelenyar (halah) itu lagi lho. udah selama itu aku nggak baca romance anak sma dan ini rasanya kayak angin segar, lho. bahasa kamu ringan dan cantik, diksinya juga beragam. aku sukaaaa ❤ OH dan aku suka nama sekalaaa (meskipun seperti kata niswa aku nggak tau siapa visualisasinya, jadi boleh ya kubayangin jadi oc? hehe).

    keep writing yaa, ais! :))

    Liked by 1 person

    1. KAK EVIN HAIIII it’s up to you kok mau panggil ais/aisya/ai/sya hehe which ever you prefer. glad to know you like this kak hehehe your comment just made my day ❤ btw itu visualisasinya sekala yoo seonho anak p101 and he's such a precious little chick!! gapapa kok mau dibayangin oc juga xD terima kasih juga udah suka nama sekala (yang aku pinjem dari mbak ayudia)

      terima kasih sudah mampir, keep writing juga kak evin ❤

      Like

  5. karena kamu bukan satan both aisya dan kamila, makanya gagal move on. coba kalo beda cerita. I know that you’re gisa dan si dia yg sulit diraih hatinya adalah sekala, ya kan ya kan ya kan?? CIEEEE AIS CIEEEEE (BIARIN AH SOTAU JUGA XD)

    daaan kamu udh lama kan yaaa ga muncul di per-wordpressan-raya??? yg di sini seneeeng akhirnya liat aurora nyempil di feed wohoooo, dan masih ketjeeeh ajaa kamoooeh. semangat terus yaaa, lovely, sekolah dan dumay nyaaaaa 😚😚😚

    Liked by 1 person

    1. YAH YAH KETAHUAN DEH???? baiklah karena aku bukan satan maka aku mengaku: iya saya gisa dan fict ini untuk sekala yang sempat bikin gagal move on. semoga dia tidak nyasar ke sini ya aamin.

      daaan aku sangat senang sekali melihat slmnabil di notifikasi!! komentarnyaselalu bikin gemas dan menyemangati kayak biasa hihi ❤ semangat juga semuanya yaa sisthur ❤

      Liked by 1 person

  6. akhirnya aku mendarat

    Maafkan aku ya kenapa semua bayangan sempurna selama harus pupus karena kamu taruh pic anak ayam (plus catatan nama lokal) tapi tak apa lah, kita semua sayang seonho kok

    hal sesimpel move on memang engga bisa dipandang sebelah mata. karena sapaan hai, hilang usaha move on sebulan hahaha
    as usual ya, story about high school engga akan ada matinya deh

    semangat terus ya kamu istri hwangbae yg mau jadi Maba tahun depan HAHA (sengaja diingetin) ❤

    Like

speak now

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s